PENGUMUMAN JADWAL TEST PT. ADHIMIX PRECAST INDONESIA 

Bagi peserta yg sudah mendaftar, kami undang untuk mengikuti PROSES  TEST RECRUITMENT,  yg dilaksanakan pd :

Hari        :  RabuTanggal  : 23 Agustus 2017

Pukul      : 07.30 WIB s.d selesai

Tempat  : AULA SMKN 1 SINGOSARI

Keterangan : Memakai Baju Putih, Celana Hitam dan membawa berkas lamaran
Mohon KONFIRMASI KEHADIRANNYA dgn Format : NAMA, INDUSTRI, IKUT TEST / MUNDUR.

Adapun*DATA PESERTA YANG SUDAH MENDAFTAR* adalah sebagai berikut,

PENDAFTAR CALON STAFF

NO. NAMA JURUSAN ASAL SEKOLAH TAHUN LULUS

7 MUHAMMAD SAIFUDIN / T. LISTRIK / SMK N 1 BANGIL 2016

NB. : – Mhn dgn hormat BKK bisa membantu menyampaikan ke alumninya msg2.
– Bagi yg BELUM MENDAFTAR & BERMINAT MENGIKUTI TEST TERSEBUT, bisa MENDAFTAR ONLINE di website : *http://smkn1sgs.sch.id/bkk/daftar-lowongan-kerja.html* selambat2nya hari Senin, 21 Agustus 2017 pukul 08.00 WIB
Atas perhatian & kerjasamanya disampaikan banyak terimakasih.

Singosari, 14 Agustus 2017
BKK SMKN 1 SINGOSARI

PENGUMUMAN JADWAL TEST PT. MADHANI TALATAH NUSANTARA

 

Bagi peserta yg sudah mendaftar, kami undang untuk mengikuti *PROSES TEST RECRUITMENT*, yg dilaksanakan pd :

Hari : *SENIN – SELASA*(Sesuai jdwal msg2)
Tanggal : *21-22 Agustus 2017*
Pukul : *07.30 WIB s.d selesai*
Tempat : *AULA SMKN 1 SINGOSARI*
Keterangan : _*Memakai Baju Putih, Celana Hitam dan membawa berkas lamaran*_

Mohon *KONFIRMASI KEHADIRANNYA* dgn Format : *NAMA, INDUSTRI, IKUT TEST / MUNDUR*.
Adapun *DATA PESERTA YANG SUDAH MENDAFTAR* adalah sebagai berikut,

*JADWAL SENIN, 21 AGUSTUS 2017*

No. Nama JURUSAN Tahun Lulus Asal Sekolah

43 DANA AGUNG PRASETYO / T. ITL / 2017 / SMK N 1 BANGIL
44 DANIEL CHRISVIYAN YOENANTA / T. LISTRIK / 2017 / SMK N 1 BANGIL
47 MUHAMMAD SYAIFUDIN / T. ELEKTRONIKA / 2014 / SMK N 1 BANGIL

NB. : – _*Mhn dgn hormat BKK bisa membantu menyampaikan ke alumninya msg2.*_
Atas perhatian & kerjasamanya disampaikan banyak terimakasih.

Singosari, 14 Agustus 2017
*BKK SMKN 1 SINGOSARI*

Greenpas Indonesia menggelar aksi Bakti Sosial

Pada hari peringatan Hari kemerdekaan RI dan memperingati Lingkungan Hidup sedunia yakni melakukan bersih bersih di pantai Kalirejo kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan.

Subari ketua Greenpas Indonesia juga seorang guru SMK Negeri 1 Bangil pasuruan ini mengajak warga Kalirejo kecamatan Kraton Khususnya untuk cintai lingkungan.
Ajakan itu di sambut baik oleh warga desa kalirejo sehingga kementrian lingkungan hidup dan Kehutanan hadir di kalirejo.

Selama ini desa kalirejo kecamatan kraton di kenal kawasan kumuh dan tidak terawat. Dalam kurun waktu 1 tahun ini desa kalirejo tampak bersih dan warga mulai sadar terhadap lingkungan.n

” ya selama ini memang lingkungannya kumuh dan warganya belum. Sadar akan pentingnya arti kebersihan,sehingga kami mengajak warga untuk sadar terhadap lingkungan” kata Subari.
Deputi kementrian lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia meninjau kampung Kalirejo kecamatan Bangil lokasi kawasan Pantai Wisata Mangrove .

” ya kami mendukung aksi Greenpas Indonesia untuk peduli lingkungan dan kami akan suport apa yang di perlukan sesuai kebutuhan ” kata Umisetyawati dari kementrian lingkungan Hidup.

Sementara Muhaimin MT. Mengatakan ” saya mendukung dan salut terhadap Kegiatan Greenpas Indonesia ” katanya. (Kho/sob)

Satria Dharma,Pahlawan Literasi dari Surabaya

Sosoknya kalem, tidak banyak bicara dan murah senyum, sesekali dia melempar wajah ramahnya kepada setiap orang yang ditemuinya, walau ia sama sekali tak mengenalnya. Bertemu dengan banyak orang dari berbagai latar belakang dengan tingkat pendidikan dan pemahaman yang beragam, telah menjadi makanan empuknya sehari-hari. Ya… pekerjaannya adalah berkeliling nusantara, menelusuri pelosok-pelosok negeri, berbicara dan memberikan tausyiyah literasi kepada banyak orang dengan beragam tingkat pemahaman dan pendidikan. Dialah Bapak Satria Dharma, guru, pendidik, dan pejuang literasi yang telah memiliki jam terbang di atas rata-rata, yang mampu mempengaruhi banyak orang melalui gerakan yang digadang-gadangnya sejak 2010, gerakan literasi nasional.

Satria Dharma, dulunya adalah seorang guru bahasa Inggris, saat ini beliau telah memasuki usia pensiun, namun semangat dan perjuangan yang dikobarkannya mampu memengaruhi orang-orang yang ada di sekitarnya, pun orang-orang yang jauh, yang bahkan tidak beliau kenal, yang hanya mengenalnya melalui tulisannya, dengan gerakannya yang disebut sebagai gerakan literasi. Beliau juga aktif di organisasi, terakhir kali beliau bersama rekan-rekan seperjuangannya mendirikan organisasi profesi guru yang kemudian dikenal dengan IGI (Ikatan Guru Indonesia), dan beliau lah yang menjabat ketua umum hingga 2015 kemarin.

Perjuangan Pak Satria yang dilakukannya melalui gerakan literasi, sebenarnya adalah gerakan kecil, gerakan yang ia sebut dapat mengantarkan bangsa dan generasi penerus bangsa, pada tingkat dan taraf hidup yang lebih baik. Melalui gerakan yang dibawanya keliling nusantara, Pak Satria mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pelajar, pendidik, kiai, ustadz, tokoh masyarakat, simpatisan pendidikan dan penggiat pendidikan, untuk bersama-sama menggalakkan literasi, menumbuhkan semangat membaca dan menulis, yang beliau pahami bahwa kegiatan membaca adalah perintah pertama yang diterima oleh Rasulullah, namun seringkali diabaikan oleh umat Islam sendiri.

Sisi yang sekali lagi patut menjadi pelajaran dan uswah kehidupan bagi kita, dari sosok seorang Satria Dharma, adalah semua kegiatan literasi yang digalakkannya, keliling nusantara, mulai dari Indonesia bagian barat, sampai Indonesia ujung timur, berbicara di depan banyak orang, menghadiri undangan banyak organisasi dan lembaga, semuanya diakukannya dengan biaya pribadi, sungguh luar biasa. Berkeliling nusantara, mengunjungi banyak tempat, berbiacara di depan banyak orang, hanya untuk menumbuhkan semangat membaca dan menulis pada mereka, bukan perkara yang mudah, mengeluarkan biaya yang tidak sedikit, menghabiskan waktu yang entah berapa lama, dan itu semua, diakukan oleh Pak Satira seorang diri. Istri yang setia selalu mendampinginya, menjadi penumbuh semangat tersendiri bagi Pak Satria untuk terus berjuang menumbuhkan semangat literasi bagi semua orang.

Belum selesai sampai di situ, setiap akhir tahun, beliau selalu menuliskan pengalaman literasinya dalam sebuah buku, diterbitkan dan kemudian dibagikan gratis kepada siapa saja yang ingin membacanya. Sungguh sekali lagi, melalui hal sederhana yang beliau lakukan dengan istiqomah ini, banyak orang diseluruh pelosok negeri ini yang pada akhirnya sadar akan pentingnya literasi, bukan sekedar anjuran namun lebih pada satu perintah yang menunjukkan kepada kewajiban.

Melalui usahanya, kini beberapa kabupaten dan kota di beberapa daerah telah mendeklarasikan diri sebagai kabupaten atau kota literasi. Sebut saja misalnya Surabaya yang digawangi langsung oleh walikotanya Tri Rismaharini. Kota asal dan tempat tinggal Pak Satria ini, menjadi kota pertama di Indonesia, yang mendeklarasikan diri sebagai kota literasi. Hasilnya? Tak perlu diragukan, program yang dirancang langsung oleh Pak Satria ini berhasil dan mendapat dukungan penuh dari dinas terkait, seperti dinas pendidikan. Dengan program literasi yang dirancang oleh Pak Satria, melalui kebijakan kepada dinas pendidikan, Surabaya seketika itu berubah, sekolah-sekolah wajib melaksanakan kegiatan membaca lima belas menit sebelum jam pelajaran pertama dimulai.

Seketika itu pula, geliat Surabaya sebagai kota literasi mulai berubah, ratusan dan bahkan ribuan buku didatangkan dan disebarluaskan melalui sekolah-sekolah di Surabaya, sebagai bagian dukungan untuk gerakan literasi ini. Nampaknya usaha yang dilakukan Pak Satria benar-benar menunjukkan hasil yang luar biasa, setelah Surabaya mendeklarasikan diri sebagai kota literasi, menyusul kemudian kota-kota yang lain, seperti Jakarta dan sebagainya.

Apa yang dilakukan Pak Satria di atas, dimulai dari hal-hal yang sifatnya sederhana dan dilakukan dengan istiqomah, kini menjadi program nasional yang dicanangkan pemerintah melalui kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Membaca lima belas menit sebelum pelajaran pertama dimulai, kini menjadi kewajiban setiap sekolah mulai dari tingkat dasar hingga tingkat menengah. Diharapkan melalui kegiatan ini, akan lahir semangat baru dikalangan pelajar khususnya, untuk membaca dan menulis, sebagai suatu kebiasaan yang baik.

Pak Satria yang  juga pernah mendirikan empat belas universitas dan sekolah tinggi ini, juga pernah membentuk organisasi yang kemudian dikenal dengan IGI (Ikatan Guru Indonesia). Melalui IGI, Pak Satria benar-benar menyebarkan dan ‘menularkan’ kebiasaan menulis dikalangan guru. Peningkatan kompetensi guru menjadi program pokok dan terpenting dalam IGI, sehingga guru-guru yang tergabung dalam organisasi bentukan Pak Satria ini, terus berkompetisi, berbagi dan saling memberi pengalaman satu dengan yang lainnya, terkait hal yang sifatnya peningkatan kompetensi. Maka tak heran jika saat ini IGI telah memiliki perwakilan dan cabang-cabang di hampir seluruh kabupaten dan kota di Indonesia.

Apa yang dilakukan oleh Pak Satria dengan IGI nya, sungguh telah menginspirasi dan menyadarkan banyak orang akan pentingnya membaca, menulis dan melestarikannya. Surabaya telah memulainya sebagai kota literasi, disusul DKI Jakarta sebagai Provinsi literasi, semua dibangun dengan semangat Satria Dharma bersama kawan dan sahabat yang peduli pada gerakan sederhana ini. Disamping itu dukungan penuh walikota dan gubernur menjadi sumbu semangat tersendiri yang dapat menyuburkan gerakan literasi. Patut menjadi perhatian dan teladan kita bersama, bahwa melalui gerakan yang disebutnya gerakan ‘sederhana’ literasi, kini gerakan itu menjadi gerakan nasional yang digawangi langsung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, salut dan semangat terus Pak Satria.

https://indonesiana.tempo.co/read/62891/2016/02/16/pulpenmurah/satria-dharma-pahlawan-literasi-dari-surabaya#CY0ZPLveEVLhVLyW.99

Benarkah Bahasa Mempengaruhi Perilaku Keluarga?

Sifat dan sikap individu saat berinteraksi dengan orang lain mempengaruhi lingkungan sekitarnya. Karena itu, kebiasaan dan nilai-nilai baik perlu dipupuk sejak dini dari lingkungan terdekat, yakni keluarga.

Penggunaan bahasa daerah ternyata juga berpengaruh pada sikap dan perilaku masyarakat. Di Daerah Istimewa Yogyakarta, di mana penduduknya pada umumnya menggunakan Bahasa Jawa, misalnya.

Peneliti sekaligus Pamong Belajar Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (BP PAUD dan Dikmas) Yogyakarta, Yohanes Lilik Subiyanto, mengatakan nilai budi bahasa dalam berkomunikasi dalam keluarga bisa terlihat.

“Ada baiknya Bahasa Jawa masih digunakan, tanpa harus bicara etnosentrisme atau kesukuan,” kata Lilik saat ditemui di kantornya, Rabu (9/08/2017).

Lilik pun menjelaskan pengalaman pertemuannya dengan ibu-ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Yogyakarta. Para ibu bercerita tentang pengalamannya di dalam keluarga.

Para ibu, kata dia, merasa beruntung anak-anaknya tumbuh dan belajar di Yogyakarta. Sebab, Bahasa Jawa masih bisa menjadipengendali diri dan perilaku. Anak-anak masih terbiasa berbahasa Jawa kromo (halus) pada orangtua.

“Saya menyayangkan jika Bahasa Jawa tidak lagi digunakan oleh masyarakat Jogja,” ujar Lilik.

Menurut dia, seseorang yang menggunakan Bahasa Jawa kromo,meskipun dalam keadaan marah, pasti tidak mencetuskan makian. Sehingga, bahasa mampu mengendalikan sikap dan perilaku orang yang sedang dalam situasi tidak baik.

Lilik mengakui pemakaian Bahasa Jawa kromo mulai berkurang. Saat ini, sebagian keluarga lebih banyak menggunakan Bahasa Indonesia.

“Saya tidak berbicara bahwa Bahasa Jawa lebih baik digunakan sehari-hari. Tapi faktanya, bahasa juga memberikan pengaturan sosial pada orang. Sehingga, dia berperilaku seperti yang diharapkan,” kata Lilik yang juga berlatar belakang Ilmu Religi dan Budaya dari Universitas Sanata Dharma.

Selain bahasa, perilaku yang dibiasakan dalam keluarga di rumah juga membentuk karakter seseorang. Lilik mengamati, kegiatan-kegiatan domestik yang sebenarnya biasa dilakukan di rumah oleh anggota keluarga, mulai ditinggalkan.

“Pekerjaan biasa seperti menyapu, mengepel, mencuci, itu kan sebenarnya biasa karena rumah kita milik kita. Tapi saya lihat ketika anak melakukannya hal itu jadi istimewa. Termasuk misalnya berkebun bersama, lalu di share di sosmed seakan jadi suatu yang khusus. Menurut saya ini menjadi sesuatu yang berubah,” ujar Lilik.

Blokir Telegram di Indonesia Resmi Dicabut

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, mengumumkan pencabutan pemblokiran situs web layanan pesan Telegram pada hari ini, Kamis (10/8/2017), di Kantor Kominfo, Medan Merdeka, Jakarta.

Sebanyak 11  domain situs milik Telegram dinyatakan bebas dari sistem penyaringan alias filtering setiap Internet Service Provider (ISP) di Indonesia.

“Hari ini situs Telegram dibuka kembali. Masyarakat bisa memanfaatkannya seperti semula,” kata menteri yang kerap disapa RA tersebut.

Meski demikian, masih ada beberapa domain yang belum bisa diakses hingga kini. Menurut Dirjen Aptika Kominfo, Samuel Abrijani Pangerapan, hal ini tergantung mekanisme masing-masing ISP.

Baca: Wanita Misterius Jadi Perwakilan Telegram di Indonesia

“Normalisasi itu kan melibatkan operator. Kita harus mengerti teknisnya, ada yang cepat ada yang tidak,” kata Samuel di kesempatan yang sama.

Lebih lanjut, Samuel mengatakan proses normalisasi itu paling lambat rampung dalam waktu 24 jam. Jadi, pada Jumat (11/8/2017) besok, semua masyarakat dengan ISP apa saja dijanjikan sudah bisa membuka 11 domain Telegram yang sebelumnya diblokir.

Rudiantara mengatakan, pencabutan pemblokiran untuk situs Telegram dilakukan karena komitmen yang disepakati bersama. Telegram bersedia mematuhi aturan yang berlaku di Indonesia dan memenuhi syarat yang sebelumnya diajukan Kominfo.

Adapun syarat itu antara lain, Telegram membuat government channelkhusus agar komunikasi dengan Kominfo lebih cepat dan efisien. Selain itu, Kominfo diberikan otoritas sebagai trusted flagger terhadap akun atau kanal dalam Telegram.

Kominfo juga meminta ada perwakilan Telegram yang khusus berada di Indonesia. Perwakilan itu harus mengetahui bahasa dan kebudayaan di Indonesia, sehingga berbagai pengaduan bisa dikomunikasikan lebih lancar.

“Kami harap kerja sama antara Kominfo dengan Telegram juga bisa berlaku dengan platform-platform lainnya,” ujar Rudiantara.

http://tekno.kompas.com/read/2017/08/10/18153257/blokir-telegram-di-indonesia-resmi-dicabut